Ultimatum Tutup BlackBerry ‘Tujuannya agar RIM Bangun Server di Indonesia’

9 Jan

Jakarta, Kementerian Kominfo telah mengultimatum Research In Motion (RIM) agar mau menerapkan sensor di BlackBerry jika tak mau ditutup layanannya. Namun sejatinya, ini bukanlah misi utama.

“Soal blokir pornografi bukanlah tujuan utama, meski hal ini juga bermanfaat agar konten yang mencerdaskan yang dikonsumsi pengguna internet melalui BlackBerry,” jelas Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, Heru Sutadi, kepada detikINET, Minggu (9/1/2011).

Namun yang menjadi target utama pemerintah, lanjut Heru, adalah mendesak RIM agar membangun server di Tanah Air. Agar data pengguna BlackBerry dijamin aman sesuai UU Telekomunikasi No. 36/1999.

“Selama ini informasi yang dikirim pengguna selalu dilarikan ke Kanada, dan kita tidak tahu bagaimana informasi diproses dan keamanannya,” tukas Heru.

Selain itu, ditempatkannya server RIM di Indonesia dapat membuat layanan BlackBerry menjadi lebih murah bagi pengguna karena trafik dalam negeri tidak perlu dibawa ke Kanada terlebih dulu baru dikembalikan ke Indonesia.

“Soal penapisan pornografi, ini hanyalah upaya opsional. Yang paling utama memang agar RIM mau menaruh servernya di Indonesia,” imbuhnya. “Kasus wikileaks memberi isyarat bahwa di negara maju. Informasi mungkin saja juga tidak aman,” Heru menandaskan.

Pun demikian apa daya. Palu keputusan sudah diketuk Menkominfo Tifatul Sembiring yang telah memutuskan untuk memberi tenggat waktu selama dua minggu bagi RIM untuk bereaksi.

Jika sensor di layanan internet BlackBerry masih belum diterapkan hingga 17 Januari 2011, siap-siap saja vendor asal Kanada itu untuk menghentikan layanannya di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: