Banjir Lahar Dingin : Rusak Jembatan, Akses Terganggu

27 Jan

Banjir Lahar Dingin merapi

MAGELANG – Banjir lahar dingin berdampak luas kepada sejumlah wilayah di sekitar kawasan Gunung Merapi. Misalnya, Kabupaten Magelang yang terdiri atas 21 kecamatan itu terancam terbelah dua. Sebab, saat ini di bantaran Kali Pabelan hanya ada satu jembatan. Lima jembatan yang ada di alur sungai tersebut telah hanyut diterjang banjir lahar dingin.
Pemerintah pun cepat menangani jembatan yang berperan sebagai jalur utama penghubung kegiatan warga. Antara lain, jembatan Pabelan yang berada di jalur utama Magelang–Jogja dan jembatan Ngepos di jalur alternatif melewati Srumbung, Magelang. Saat ini dua jembatan itu rusak akibat diterjang banjir.

Dalam kondisi biasa, kekuatan jembatan tersebut sudah berubah. Jika dilewati kendaraan bermuatan berat, badan jembatan terasa bergetar. ’’Harus dibatasi tonase kendaraan yang melintas. Ini penting karena kondisi jembatan sangat mengkhawatirkan,’’ kata Ketua Satkorlak Bencana Kabupaten Magelang Endra Wacana kemarin (25/1).

Dia berharap, dinas perhubungan bisa mengawasi secara ketat atau melarang truk besar melintas. ’’Terutama di jembatan Pabelan. Banyak truk bermuatan pasir yang melintas. Ini berbahaya bagi kelangsungan jembatan,’’ tutur dia.

Dia mengatakan, saat ini kondisi tiang penyangga jembatan makin terkikis. Untuk mengantisipasi agar tidak terputus, Bina Marga Jawa Tengah (Jateng) akan memasang ’’jaket’’ besi untuk mengecor kembali penyangga tersebut.

Sebelumnya, luapan banjir lahar dari Kali Putih mengakibatkan separo badan jalan Magelang–Jogjakarta tergerus. Jalan di Km 23 Dusun Gempol, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, itu tinggal dua lajur yang semula empat lajur. Akibatnya, arus lalu lintas tersendat.
Jika jembatan Prumpung juga tidak bisa dilewati karena penyangga rusak atau putus, akses lalu lintas dari Magelang ke Jogjakarta dipastikan makin sulit. Sebab, jembatan Srowol yang sebelumnya menjadi jalan alternatif telah ambrol.

’’Karena pentingnya fungsi jembatan Prumpung di Kali Pabelan, Bina Marga akan memasang jaket besi pada tiang penyangga untuk perbaikan,’’ kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Magelang Selatan pada Balai Pelaksana Teknis Bina Marga Provinsi Jateng Budi Sudirman saat meninjau lokasi kemarin.

Perbaikan, terang dia, dilakukan segera. Setelah cor dianggap cukup kuat menahan hantaman material lahar saat banjir, jaket besi cetakan itu akan dilepas. Upaya perbaikan ini bakal dilakukan pada semua penyangga di jembatan Prumpung. ’’Dengan perbaikan itu, penyangga yang terkikis akan semakin kukuh,’’ jelasnya.

Berdasar pantauan koran ini, tiga penyangga tengah di jembatan Prumpung terkikis di bagian bawah. Akibat hantaman material lahar, satu penyangga di bagian paling utara terlihat besinya.

Terkait perbaikan jalan yang tergerus lahar dingin di Jumoyo, Budi menegaskan bahwa pihaknya segera memasang site pile atau tembok penyangga beton. Dia berharap, pemasangan tembok penyangga itu selesai dilakukan dalam dua minggu mendatang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang Utoyo menjelaskan, penyangga jembatan Prumpung di atas Kali Pabelan memang harus segera diperbaiki. Sebab, penyangga jembatan terkikis sehingga mencemaskan jika kembali diterjang lahar dingin. Kendati begitu, saat ini jembatan tersebut masih bisa dilewati semua jenis kendaraan.

Sementara itu, banjir lahar dingin membuat akses ribuan warga di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, terputus total kemarin (25/1). Penyebabnya, kondisi dam Kali Apu yang berada di utara desa putus selebar 100 meter. Kedalaman sungai tersebut 60 meter. Lantaran kondisi tersebut, warga sudah tidak bisa melintas.

Dam Kali Apu bertambah lebar akibat banjir lahar dingin pada Senin lalu (24/1). Banjir lahar saat itu lebih besar daripada banjir sebelumnya. Selain menambah lebar dam yang jebol, banjir membuat aliran baru dengan kedalaman 60 meter.

’’Sekarang sudah tidak bisa dilintasi lagi oleh para pejalan kaki maupun pengendara,’’ kata Kepala Desa Tlogolele Budi Harsono kemarin.

Sungai itu sepanjang 200 meter dengan kedalaman sekitar 60 meter. Material vulkanis yang mengendap di bagian atas dam jebol juga ikut terbawa banjir. Diperkirakan, material yang ikut banjir mencapai ratusan ribu meter kubik. Sebab, sebelum dam jebol, tumpukan material masih rata dengan dam.

Menurut Budi, dam Kali Apu dibangun pada 1998 dan merupakan akses keluar warga Tlogolele serta akses ekonomi bagi warga Desa Klakah. Setiap hari warga Klakah berangkat ke Pasar Talun, Muntilan, Magelang, dengan melintasi dam tersebut. Tetapi, sekarang akses itu sudah tidak bisa dilintasi. ’’Akses ekonomi lumpuh total,’’ ujarnya.(vie/un/jpnn)

sumber : radarjogja.co.id

Lahar Dingin dan Hujan Es di Lereng Gunung Merapi



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: