China Blokir Kata “Mesir” di Internet

30 Jan

Kerusuhan di Mesir yang terjadi sejak pekan lalu pun mulai dikhawatirkan menjalar ke negara lain. Bahkan Pemerintah China sampai memblokir kata kunci Egypt atau Mesir dalam bahasa Inggris sehingga tak dapat dicari di berbagai layanan internet.

Pencarian dengan kata kunci tersebut tak akan menghasilkan apa pun. Pemblokiran tersebut dilakukan di layanan internet favorit di Negara Tirai Bambu, seperti Sina.com, Sohu.com, dan Tencent yang menyediakan layanan mirip situs microbloging Twitter.

“Sesuai hukum, peraturan, dan kebijakan yang berlaku, hasil pencarian tidak dapat ditampilkan,” demikian pernyataan yang dirilis Sina.com atas pembatasan tersebut, Minggu (30/1/2011). Pembatasna tersebut hanya di layanan microbloging, tidak pada pencarian situs secara keseluruhan.

Selama ini China memang dikenal ketat dalam menyensor konten di internet. Pemerintah China juga memiliki kemampuan untuk mengatur secara terpusat konten apa saja yang boleh diakses dan yang tidak. Topik mengenai demokrasi termasuk yang dilarang. Situs-situs dan layanan jejaring sosial yang bisa memobilisasi massa, seperti Facebook, Twitter, YouTube, dan Flickr, juga dilarang di negara tersebut.

Facebook dan Twitter selama ini diyakini sebagai alat efektif yang digunakan aktivis prodemokrasi untuk melakukan propaganda dan merencakan aksinya. Revolusi Jasmine di Tunisia yang berhasil menggulingkan kediktatoran Presiden Zine al-Abidine Ben Ali diyakini turut didorong melalui layanan internet tersebut. Hal yang sama kini menjalar ke Mesir dan Yaman.

sumber : kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: